Minggu, 26 September 2010

trenff

IDI: Sudah Saatnya Pendidikan Seks Masuk Kurikulum

E-mail Print PDF
Pendidikan organ reproduksi seharusnya lebih gencar lagi dilakukan di sekolah-sekolah

Hidayatullah.com--Pendidikan seks sudah saatnya menjadi bagian kurikulum pendidikan formal bagi remaja, untuk meminimalkan pengaruh budaya seks bebas dan mencegah penyebaran virus HIV.

"Pendidikan seks atau pendidikan organ reproduksi sangat penting karena dapat menjadi perisai bagi remaja di tengah maraknya informasi yang salah tentang seks dan organ tersebut dari berbagai media," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kota Bandarlampung, sekaligus aktivis Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Wilayah Lampung, Dr Boy Zaghul Zaini, di Bandarlampung, Senin.

Dia menjelaskan, usia remaja yang penuh gejolak dan selalu ingin tahu, menimbulkan ketidaksiapan penerimaan mereka terhadap segala masukan tentang organ reproduksi. Sedangkan peran orang tua agak terkesampingkan dalam memberikan informasi yang benar dalam hal tersebut.

"Budaya timur masih menganggap membicarakan hal tersebut tabu dibicarakan antara orang tua dan anak," kata dia.

Pola pembelajaran yang dilakukan, kata Boy, dapat dilakukan dengan cara bimbingan dan tutorial dua arah, serta harus dilakukan oleh orang yang paham tentang organ reproduksi, sekaligus psikologi remaja.

Upaya pertama yang dilakukan adalah menambah jumlah pembimbing yang paham tentang hal tersebut di sekolah-sekolah, melalui pelatihan terpadu oleh tenaga ahli.

"Jumlah petugas penyuluh kita juga masih sangat sedikit, jadi memang perlu penambahan dengan memanfaatkan tenaga lokal di masing-masing sekolah," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar