Selasa, 21 September 2010

korelasi

Korelasi Pluralisme Agama dan Liberalisme Agama

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa faham multistandar atau pluralisme agama dapat mempengaruhi sikap para pemeluk agama, yaitu membentuk sikap tidak inkonsisten dalam beragama dan berkeyakinan. Faham ini akan membantu proses liberalisasi agama di Indonesia, karena proyek liberalisme agama adalah membunuh pengaruh agama di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara atau di wilayah publik. Sedangkan pluralisme agama bertugas menanamkan sikap ragu (skeptis) serta menciptakan sikap inkonsisten  umat beragama dalam menjalankan agamanya.

Jika sikap inkonsisten tersebut sudah terwujud dalam diri umat beragama, maka akan sangat mudah mengajak mereka untuk meninggalkan ajaran-ajaran agama. Dengan cara ini, proyek liberalisme agama di Indonesia bisa terwujud. Oleh kerena itu, para pengusung faham liberal adalah juga pengusung faham pluralisme agama.

Dengan ini, dapat kita ketahui bahwa  pluralisme agama bukan hanya sekedar faham, tapi juga sebuah strategi dan siasat untuk mewujudkan  liberalisasi dan sekulerisasi kehidupan umat beragama. Begitupun juga dogma-dogma kaum liberalis bukan murni kerja pikiran, tapi juga sebuah strategi untuk menciptakan pengaruh terhadap pemikiran-pemikiran mereka yang lain.

Jika proyek tersebut telah berhasil, maka kedudukan “nabi-nabi” umat beragama akan digantikan oleh para pemikir liberal dan “kitab-kitab suci”  akan digantikan dengan buku-buku dan artikel para pemikir liberal, walaupun tidak disakralkan, tapi diikuti. Wallahu a'lam bisshowab.

Penulis adalah mahasiswa tingkat IV Fakultas Syari'ah wa Qonun Univesitas al-Ahgaff, Hadramaut, Yaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar